Thursday, June 08, 2006
KEAGUNGAN ALLAH


Oleh
Syaikh Muhammad At-Tamimi


Firman Allah:
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggamanNya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kananNya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan [Az-Zumar : 67]

Ibnu Mas'ud menuturkan:"Salah seorang pendeta Yahudi datang kepada Rasulullah dan berkata: "Wahai Muhammad! Sesungguhnya kami menjumpai (dalam kitab suci kami) bahwa Allah akan meletakkan langit di atas satu jari, pohon-pohon diatas jari, air diatas satu jari, tanah diatas satu jari, dan seluruh makhluk diatas satu jari, maka Allah berfirman: Aku-lah Penguasa." Tatkala mendengarnya, tersenyumlah Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam sehingga tampak gigi-gigi beliau, karena membenarkan ucapan pendeta Yahudi itu ; kemudian beliau membacakan firman Allah surat Azu-zumar 67 diatas [Hadist riwayat Bukhari dan Muslim]

Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

"Artinya : Allah akan menggulung seluruh lapisan langit pada hari Kiamat, lalu diambil dengan Tangan Kanannya dan berfirman: "Akulah Penguasa; mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong ?" Kemudian Allah menggulung ke tujuh lapis bumi, lalu diambil dengan Tangan KiriNya dan berfirman: "Akulah Penguasa; mana orang-orang yang berlaku lalim, mana orang-orang yang berlaku sombong?

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata:

"Artinya : Langit tujuh dan bumi tujuh di Telapak Tangan Allah Ar-Rahman, tiada lain hanyalah bagaikan sebutir biji sawi yang diletakkan di tangan seseorang di antara kamu."

Ibnu Jarir berkata:" Yunus menuturkan kepadaku, dari Ibnu Wahb, dari Ibnu zaid, dari bapaknya (Zaid bin Aslam), ia menuturkan: Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: Ketujuh langit itu berada di Kursi, tiada lain hanyalah bagaikan tujuh keping dirham yang diletakkan di atas perisai.'

Ibnu jarir berkata pula: "Dan Abu Dzar menuturkan: Aku mendengar Rasulullah
bersabda: "Kursi itu berada di Arsy, tiada lain hanyalah bagaikan sebuah gelang besi yang dicampakkan di tengah padang pasir."

Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, bahwa ia menuturkan:

"Antara langit yang paling bawah dengan langit berikutnya jaraknya 500 tahun, dan antara setiap langit jaraknya 500 tahun; antara langit yang ketujuh dengan kursi jaraknya 500 tahun; dan antara kursi dan samudra air jaraknya 500 tahun; sedang Arsy berada diatas samudra air itu: dan Allah berada diatas Arsy tersebut, tidak tersembunyi bagi Allah suatu apapun dari perbuatan kamu sekalian." [Diriwayatkan oleh Ibnu Mhadi dari hamad bin Salamah, dari Ashim, dari Zirr, dari Abdullah ibnu Mas'ud]

Segala puji hanya milik Allah Rabb sekalian alam.


[Dikutip dari "Kitab Tauhid" Syaikh Muhammad At-Tamimi)




Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=85&bagian=0

Posted at 04:01 pm by jayawiguna
Silahkan beri Komentar anda..  

Thursday, June 01, 2006
Berkasih Sayang dalam Ajaran Islam

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan seorang wanita, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sesungguhnya orang mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal." (Q.S. Al-Hujuraat [49]:13).

Ajaran Islam tentang kasih sayang telah lama di kumandangkannya dengan sempurna dan indah. Namun, kebanyakan dari manusia tidak menyadari apa arti sesungguhnya dari kasih sayang itu sendiri, sehingga dapat terhenti dan menyimpang dari aturan-aturan yang telah di firmankan oleh Allah SWT dan sabda-sabda Rasul-Nya.

Makna kasih sayang tidaklah berujung, sedangkan rasa kasih sayang adalah sebuah fitrah yang mesti direalisasikan terhadap sesama sepanjang kehidupan di dunia ini ada, tentunya dalam koridor-koridor Islam. Ini berarti bahwa Islam tidak mengenal waktu, jarak, dan tempat akan sebuah kasih sayang baik terhadap teman, sahabat, kerabat, dan keluarganya sendiri. Rasulullah saw. bersabda, "Man laa yarhaminnaasa laa yarhamhullaah" Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya. (H.R. Turmudzi).

Dalam hadis tersebut kasih sayang seorang Muslim tidaklah terhadap saudara se-Muslim saja, tapi untuk semua umat manusia. Rasulullah saw. bersabda, "Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum kalian mengasihi." Wahai Rasulullah, "Semua kami pengasih," jawab mereka. Berkata Rasulullah, "Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia)." (H.R. Ath-Thabrani).

Bahkan, bukan hanya kepada manusia saja ajaran Islam yang tinggi ini telah mengajarkan bagaimana kasih sayang terhadap hewan dan tumbuhan yang harus direalisasikan. Abu Bakar Shiddiq r.a. pernah berpesan kepada pasukan Usamah bin Zaid, "Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua, dan anak-anak kecil. Jangan pula kalian kebiri pohon-pohon kurma, dan janganlah kalian tebang pepohonan yang berbuah. Jika kalian menjumpai orang-orang yang tidak berdaya, biarkanlah mereka, jangan kalian ganggu." Sebuah nasihat ini walau dalam keadaan untuk perang, ajaran Islam tetap memancarkan kasih sayangnya terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan.

Sebuah kisah lain yang menarik ketika Amr bin Ash menaklukkan kota Mesir, saat itu datanglah seekor burung merpati di atas kemahnya. Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas kemahnya. Tatkala ia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fasthath (kemah).

Jelaslah bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Kita perlu mencontoh teladan Nabi saw. dan para sahabatnya yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas itu, tentunya untuk mencapai keridaan Allah semata yang bukan untuk mencari kesenangan dunia. Maka memang pantas bahwa Islam dikatakan sebagai agama rahmatan lil 'alamiin.

Sifat kasih sayang adalah termasuk akhlak yang mulia yang dicintai Allah. Sebaliknya Allah sangat membenci akhlak yang rendah. Di antaranya kepada orang-orang yang tidak memiliki rasa belas kasih sayang. Ditegaskan hadis Rasulullah saw., Laa tunza'ur rahmatu illaa min syaqiyyin. Rasa kasih sayang tidaklah dicabut melainkan hanya dari orang-orang yang celaka. (H.R. Ibn. Hibban). Yang dimaksud dengan orang celaka adalah orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang di dalam hatinya baik untuk dirinya maupun orang lain.

Di sinilah perlunya kita bermuhasabah, bertafakur, apakah diri ini sudah benar menjalani hidup. Bagaimana kita mengasihi dan menyayangi ciptaan Allah sebagai akhlak yang mulia. "Sesungguhnya Allah SWT Maha Pemurah, Dia mencintai sifat pemurah, dan Dia mencintai akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah." (H.R. Na'im melalui Ibnu Abbas r.a.).

Di antara manusia banyak yang cinta dan mencintai Allah, tapi lebih banyak yang mencintai dunia. Mencintai Allah adalah fardu bagi kaum Muslimin dan Muslimat yang bukan sekadar dikata saja. Dan jika kita benar-benar mencintai Allah secara kesungguhan hati, maka proses "rasa kasih sayang" untuk makhluk ciptaan-Nya akan terbentuk dalam hati kita. Selain itu, jati diri kita sebagai seorang Muslim akan tampak lebih kokoh serta mampu menjalani syariat-syariat Islam yang diridai dan di berkahi oleh Allah SWT.

Cinta kepada Allah adalah hal yang utama, sebagai jalan untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat dengan melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya. Cinta kepada Allah hendaklah melebihi cinta kepada segala yang maujud yang selain Allah.

Mencintai Allah berarti juga mencintai Rasul-Nya, yakni mengikuti segala petunjuk Rasul dengan sepenuh-penuhnya. Firman Allah SWT, "Katakanlah (hai Muhammad), 'Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.' Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.S. Ali Imran [3]:31).

Ketahuilah, kehidupan akhirat adalah kehidupan yang lebih baik dan kekal.

Wallahu a'lam bishshawab.


Posted at 05:47 pm by jayawiguna
Silahkan beri Komentar anda..  

Preventif dalam Memandang Wanita

Manusia tidak sama dengan hewan yang bertugas hanya instiktif mengikuti naluri semata. Manusia dianugerahi akal, rambu-rambu norma agama yang harus diilmui dan diimani, kewajiban patuh pada aturan hidup untuk mengatur mana yang halal dan haram.

 

Rasulullah saw. menerangkan, "Tidak ada yang menghormati perempuan kecuali laki-laki yang terhormat, dan tidak ada yang menghinakan mereka kecuali laki-laki yang lalim, kurang ajar." Serta firman Allah swt.,"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,  'Hendaklah mereka menahan pandangannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (Q.S. An-Nur 24: 30).

 

Menurut Dr. Yusuf  Qardhawi, yang disebut pandangan terpelihara adalah menahan pandangan dan tidak melepasnya secara liar. Apabila memandang lawan jenis, tidak mengamat-amati kecantikannya, tidak berlama-lama memandangnya, dan tidak memelototinya.

 

      Rasulullah saw. menjelaskan kepada Ali bin Abi Thalib, "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti satu pandangan yang lain (yaitu memandang dan memandang lagi). Karena kamu hanya diperbolehkan pada pandangan yang pertama saja (tidak sengaja), sedang pandangan berikutnya tidak diperbolehkan."

 

Laki-laki yang beriman tentunya akan membentengi diri dengan amal saleh menahan pandangan dari hal-hal yang diharamkan, menolak langsung melihat aksi buka-bukaan, tidak mejeng, tidak tebar pesona dengan beradu pandang, menjaga pandangan secara tidak langsung yaitu dengan tidak mengonsumsi media pornografi dan menolak berprofesi eksploitasi kemolekan wanita, antara lain fotografer porno, perancang busana yang menonjolkan sensualitas dan aurat wanita, koreografer dance yang hot, jurnalis porno, dan profesi lain yang senada.

 

Selalu meningkatkan kemampuan melatih mata hati dan pandangan untuk berlaku jujur menyortir apa-apa yang dilihatnya karena takut pada Allah swt. atas dasar takwa, "yaitu orang-orang yang takut kepada (azab) Rabbnya sekalipun mereka tidak melihat-Nya dan mereka takut akan hari kiamat (Q.S. Al-Anbiya 21: 49)

 

Nabi Muhammad saw. menganggap pandangan liar dan memelototi lawan jenis itu sebagai perbuatan zina mata. Beliau bersabda, "Dua mata bisa berzina dan zinanya ialah memandang." Rasulullah saw. menyebutnya dengan "zina" karena memandang lawan jenis merupakan salah satu bentuk taladzdzudz (bersenang-senang atau menikmati) dan memuaskan naluri seksual dengan cara yang tidak dibenarkan syariat (aturan hukum) agama.


Posted at 03:41 pm by jayawiguna
Silahkan beri Komentar anda..  

Hadits Hari ini....

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda :


“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”. [Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]


Posted at 02:14 pm by jayawiguna
Silahkan beri Komentar anda..  

Tuesday, May 30, 2006
MENGENAL ALLAH

ASSET termahal dan paling dirindukan oleh setiap insan, kapan dan dimanapun ialah ketenangan batin, Di Amerika negara adidaya, negeri yang penuh dengan orang-orang kaya, cerdik pandai, ternyata kian hari kian banyak yang bunuh diri. Disana lebih banyak orang masuk ke Rumah Sakit Jiwa dari pada yang masuk ke Perguruan Tinggi. Kenapa mereka bunuh diri ? Karena jiwanya atau batinnya tidak tenang.

Dalam zaman jahiliah yang keadaan masyarakatnya jauh lebih buruk dari sekarang ini, maka Allah SWT.mengutus Nabi Muhammad SAW. sebagai Rasul-Nya. Institusi pertama yang beliau dirikan ialah Mesjid. Tempat untuk manusia membersihkan, melembutkan dan menenangkan batinnya, membebaskan diri dari ikatan dunia melalui berbagai jenis ibadah ritual.

Ahli hikmah mengatakan ; "Mustakhil orang bisa masuk ke dalam sorga di akhirat, kalau di dunia ini ia tidak merasakan sorga dunia". Apa yang dimaksud sorga dunia? "Yaitu ketenangan batin".

Rasulullah SAW.bersabda : "Yang dimaksud dengan kekayaan sebenarnya bukan semata-mata banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sejati ialah ketengan batin".

Pada waktu sakratul maut orang yang dipanggil Allah dengan lembut dan penuh kasih sayang, ialah mereka yang batinnya tenang.

Firman Allah SWT :

"HAI JIWA YANG TENANG, KEMBALILAH PADA TUHANMU DENGAN HATI YANG PUAS LAGI DI REDHAINYA. MAKA MASUKLAH KE DALAM JEMAAH HAMBA -HAMBAKU. DAN MASUKLAH KE DALAM SURGAKU" (QS.AL Fajar 27-30).

Orang yang batinnya tenang, maka wujudnya, ia ikhlas dalam beramal, redha menerima kenyataan, penuh rasa syukur atas nikmat yang ada, sabar ketika menghadapi ujian dan istiqamah dalam berikhtiar.

Bagaimana meraih ketentraman batin itu? Ternyata puncak segala keutamaan yang menghasilkan ketenangan batin itu terletak kepada seberapa tinggi tingkat pengenalannya kepada Allah . Semakin kokoh pengenalannya kepada Allah, kian mantap dan tentram serta mulialah orang tersebut.

Contoh populer yang sering kita baca atau dengar. Ada seorang budak pengembala ternak milik tuannya. Tempat pengembalaannya disebuah lembah, jauh dari kota Madinah. Umar bin Khattab dalam perjalanan incognitonya menemui budak itu. Khalifah ke dua ini ingin mengetahui seberapa jauh pengenalannya kepada Allah. Ia berpura-pura ingin membeli. Ternyata sang budak itu tidak mau. Umar tetap membujuk dengan mengemukakan berbagai alasan bila pemilik ternak itu bertanya. Akhirnya sang budak berkata, "Okelah majikan saya tidak mengetahui. Tapi Rabb-Ku tetap melihat".

Lalu bagaimana pengenalan kita terhadap Allah, dalam aktualisasi keseharian hidup kita ?

Katakan, kita baru sendirian di masjid untuk menunggu waktu salat berjamaah. Tiba-tiba hidung kita gatal. Maaf, ketika di korek, ada kotorannya sebesar biji beras. Kalau pengenalan kita kepada Allah kuat, pasti kita tidak akan membuang benda itu di sela-sela sejadah atau di lantai. Tapi kita buang keluar.

Kalau pengenalan kita kepada Allah kokoh, kita tentunya tidak akan membuang sampah sembarangan, walaupun orang tidak ada yang melihat dan tidak ada tulisan melarangnya. Kenapa ? Karena kita yakin, perbuatan itu tercela, mengotori jalan atau halaman. Bukankah Allah sangat memuji sikap seseorang yang menyingkirkan duri di jalan dengan niat tidak mencederai pemakai jalan. Atas perbuatan ini Dia berkenan menurunkan rahmat dan ampunan-Nya kepada sipelaku. Demikian dikisahkan Rasulullah SAW.

Ketika salat tahajjud di rumah, pakaian kita, tertib salat kita, tartil bacaan salat, sama dengan ketika salat berjamaah di mesjid, maknanya pegenalan kita kepada Allah, bagus.Tapi kalau sebaliknya, ketika salat tahajjud, pakaian seadanya, kurang tertib, agak cepat ruku dan sujudnya, serta bacaan salatnya tidak tartil, berarti pengenalan kepada Allah masih kurang.

Seorang karyawan satu kantor yang tetap gesit bekerja, tidak peduli apakah atasannya berada di tempat atau tidak, menandakan ia memiliki pengenalan kepada Allah yang baik.

Diantara hasil pengenalan kepada Allah yang kokoh, maka orang itu akan selalu ikhlas dalam beramal. Kata Imam Ali bin Abi Thalib RA; "Orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalanya diterima oleh Allah". Sedangkan buah dari orang yang ikhlas dalam beramal ia akan merasakan ketenangan batin yang luar biasa. Kenapa begitu ?

Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapat pujian, penghargaan atau imbalan dari manusia. Kenikmatan bagi orang yang ikhlas bukan dari "mendapatkan", melainkan dari apa yang biasa ia "persembahkan".

Contoh paling sederhana dari beramal yang ikhlas, laksana kita habis buang hajt,besar atau buang hajt kecil, merasa lega setelah melakukannya, dan tidak pernah memikirkan lagi barang yang kita keluarkan itu.

Wallahualam.

Oleh :Uti Konsen U.M.


Posted at 12:47 pm by jayawiguna
Komentar (1)  

PENGENALAN INTERNET

Definisi: internet adalah jaringan-jaringan komputer (interconnected network) di seluruh dunia, yang berisi informasi-informasi dan juga merupkan sarana komunikasi data (suara, gambar, video dan teks). Informasi ini di buat oleh penyelenggara atau pemilik jaringan komputer tersebut atau dibuat oleh pemilik informasi yang menitipkan informasinya kepada pemilik jaringan komputer yang tersambung ke internet

Jaringan komputer atau komputer yang berisi informasi sebuah organisasi atau perusahaan dapat dibaca atau diakses oleh pengguna internet jika jaringan komputer tersebut dihubungkan ke jaringan komputer yang dikelola oleh penyelenggara Internet Service Provider (ISP).

Sebuah jaringan komputer dihubungkan ke ISP mempergunakan sarana telekomunikasi (telepon, leased line?Jaringan Multi Service PT. Telkom, atau radio komunikasi data khusus atau satelit). Sarana telekomunikasi ini dapat dipergunakan dengan menyewa ke penyelenggara telekomunikasi seperti PT. Telkom.

Komputer yang berisi informasi homepage, perlu memlilki "domain". Domain adalah alamat informasi sebuah organisasi atau perorangan di internet.

Pemilik jaringan komputer atau pemilik komputer yang terhubung ke internet dapat mengakses atau membaca informasi yang banyak didapat diinternet, atau dapat berkirim surat elektrinik (email) ke rekan/sahabat/keluarga/relasi yang juga mempergunakan internet. Kecepatan pengiriman surat ini sangat cepat dan dapat dilampiri dokumen laporan yang tebal. Sebuah dokumen berisi 18 halaman biasanya berukuran 25 kbyte filenya. Kemampuan lampiran email yang mencapai 1 atau 2 Mbyte (2000 kbyte) memberikan peluang untuk pengguna internet mengirimkan file document teks sebanyak kurang lebih 1.440 halaman atau setara dengan beberapa buah buku tebal. Gambaran ini akan jauh lebih besar ukuran filenya.

-Foryanto-

 


Posted at 12:35 pm by jayawiguna
Silahkan beri Komentar anda..  

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Hello friend all of the world...

My name is Foryanto Jaya Wiguna,
Nick : Fory/Gun,
Age: 30 years,
Status : Married.
Wife : Hally Nuruzaqiah Sabarna Wiguna
Job : Specialist Networking, Linux Administrator and Design Concept

Please send e-mail for corresponden to : foryanto@yahoo.com, h4lly@yahoo.co.id
YahooMessenger : yngwiemalemsenen@yahoo.com

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

May Allah Bless Us Everytime..., Amien!


Picture of us..

<< June 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed